Hidroponik oleh Mehdi Reza dalam Kuliah Tamu Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura
Hidroponik menjadi bagian penting dari perkembangan dunia pertanian di era modern. Seiring dengan pesatnya pembangunan gedung gedung tinggi, perkantoran dan juga pusat perbelanjaan tentu memaksa penggunaan lahan tanah yang luas.
Dengan demikian maka semakin lama lahan lahan pertanian akan berkurang jumlahnya. Hal ini jika tidak disiasati dengan baik maka akan berdampak pada sektor pertanian. Seperti yang anda ketahui bahwa penopang sekyor pertanian tentu keberadaan lahan tanam yang luas.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi hadirlah teknik pertanian hidroponik yang akan menyiasati semakin terbatasnya jumlah lahan pertanian. Sebut saja Jepang yang telah berhasil mengembangkan teknik ini sehingga produk hasil pertaniaanya hampir menguasai seluruh pasar di dunia.
Dengan menanam memakai cara hidroponik, maka hasil panen akan lebih cepat. Namun Anda juga harus memperhatikan aspek lain yaitu; ketepatan dalam pemberian nutrisi, intensitas cahaya, dan juga suhu di sekitar tanaman tumbuh. Bagi Anda yang pemula, hal yang harus Anda perhatikan adalah air nutrisi yang benar-benar tepat dan dapat terserap dengan sempurna. Hal ini karena dengan memakai cara hidroponik, maka nutrisi yang didapatkan hanya melalui air nutrisi saja.
Selain sebagai alternatif dalam bercocok tanam hidroponik juga dimanfaatkan sebagai bisnis yaitu sebagai wisata perkebunan. Wisatawan yang datang diperbolehkan selfi maupun berkebun langsung di kebunnya. Seperti yang dilakukan oleh Mehdi Reza, petani hidroponik asal surabaya yang kini menggeluti bidang tersebut. Kebun Hidroponik miliknya sudah berdiri sejak tahun 2014. Dimana saat itu pertanian hidroponik masih asing ditelinga masyarakat Indonesia. Dengan kerja kerasnya Mehdi Reza kini menjadi supplier sayur di hotel dan restoran di Kota Surabaya dan sekitarnya. Mehdi menjual sayurnya secara online, tetapi kadang ada pembeli yang langsung datang ke kebun dan melakukan panen sendiri.
Awalnya Mehdi hanya belajar secara otodidak, karena Mehdi merupakan lulusan Sarjana Ekonomi. Kebun yang hanya beberapa meter di samping rumahnya kini luasnya sudah puluhan hektar yang tersebar di beberapa titik dalam Kota Surabaya. Ia mengklaim kebun sayur hidroponik miliknya membantu kota surabaya dalam menurunkan suhu rata rata di kota pahlawan tersebut.

Komentar
Posting Komentar