Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor
A. Konsep keunggulan kompetitif produk, meliputi harga, kualitas, kemasan serta biaya produksi
1. Produk dan Kualitas Produk
Kualitas produk adalah salah satu faktor penting yang diyakini menjadi alasan kesuksesan dari perusahaan. Oleh karena itu mereka berusaha berkomitmen untuk menggunakan bahan baku yang layak dan sesuai untuk digunakan dalam membuat produk. Penggunaan bahan-bahan yang baik dan layak ini menghindarkan konsumen dari berbagai efek samping yang buruk. Selain itu proses yang baik dan bersih dalam memproduksi produk juga menjadikan produk lebih berkualitas.
2. Kemasan
Dalam membeli sebuah produk umumnya orang akan melihat apakah kemasan dari produk itu menarik atau tidak. Bentuk kemasan yang menarik dan unik akan berdampak pada peningkatan penjualan dan pendapatan bagi perusahaan. Selain itu penggunaan kemasan yang aman juga sangat diperlukan agar kualitas produk tetap terjaga.
3. Harga
Tingkat pembelian juga dipengaruhi oleh penentuan harga jual suatu produk. Harga memang identik dengan kualitas produk. Akan tetapi sekalipun kualitas produk baik bila harga yang ditawarkan terlampau tinggi juga akan membuat perusahaan kesulitan untuk melakukan penjualan. Dari itu perusahaan harus mencoba menawarkan beragam produk dengan kualitas yang baik serta aman untuk digunakan oleh konsumen dengan harga yang terjangkau.
4. Kualitas
Dengan adanya peningkatan inovasi terhadap produk maka akan meningkatkan permintaan akan produk. Inovasi produk dilakukan untuk menarik konsumen membeli produk. Alasan dari adanya inovasi produk yang terus menerus adalah untuk menghilangkan kejenuhan konsumen terhadap satu macam produk. Inovasi produk dapat dilihat dari jenis dan bentuk dari produk. Jenis produk pun telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia.
B. Ciri-ciri pasar potensial dengan pendekatan permintaan dan penawaran
1. Pendekatan Permintaan
Pendekatan permintaan merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi dan potensi yang dimiliki pasar. Pendekatan ini lebih mengarah pada kebutuhan manusia yang belum dapat terpenuhi semuanya (Fajar, 2019). Permintaan konsumen akan suatu brang dan jasa tidak ada habisnya, untuk itu sebagai seorang pebisnis harus jeli melihat kebutuhan yang diinginkan konsumen.
2. Pendekatan Penawaran
Pendekatan penawaran diawali dengan kemampuan yang dimiliki seorang pengusaha untuk dapat memproduksi suatu produk. Saat produk yang diproduksi siap dan pantas ditawarkan kepada masyarakat, maka langkah selanjutnya yakni mencari pasar yang sesuai dengan target kita. Pada pendekatan penawaran ini kita harus mengetahui siapa target pasar kita, kualitas dan kelebihan produk yang kita miliki dibandingkan produk pesaing, apa kelebihan produk kita, sehingga pada akhirnya kita akan mengetahui tingkat persaingan usaha yang kita jalankan.
C. Ciri-ciri dan teknis menentukan ceruk pasar
Ceruk pasar (Niche Market) merupakan suatu pasar dengan segmen kecil yang lebih sedikit pesaingnya dibandingkan dengan pasar secara keseluruhan. Ceruk pasar sendiri terdiri atas sekelompok konsumen yang berada didalam pasar luas dan memiliki kesamaan demografis, perilaku membeli, gaya hidup (Tumalasari et al., 2014).
Ø Ciri-ciri ceruk pasar dapat dilihat sebagai berikut:
1. Berspesialisasi secara geografis.
2. Perusahaan sebagai daya beli dan ukurannya cukup besar agar mendapatkan keuntungan.
3. Memiliki potensi untuk berkembang.
4. Memiliki keterampilan dan sumberdaya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pada ceruk pasar secara efektif.
5. Mampu mempertahankan diri dari pesaing besar .
Ø Teknis dalam menentukan ceruk pasar dapat dilihat sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi ketertarikan konsumen.
Kita harus menganalisis produk yang akan dipilih dengan melihat terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan para konsumen.
2. Menawarkan produk atau layanan yang unik.
Apabila kita ingin menjual sesuatu, sebaiknya memilih produk tanpa pesaing yang banyak karena hal ini akan memudahkan kita dibandingkan ketika memilih produk dengan banyak pesaing yang sejenis. Jika kita mampu menghasilkan ide bisnis yang unik, hal ini akan memudahkan kita dikemudian hari.
3. Melakukan riset pada pesaing.
Dalam hal ini kita melakukan analisis secara menyeluruh terhadap para pesaing dengan melihat apakah produk yang akan kita jual masih memiliki peluang dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
4. Pastikan ceruk pasar yang dipilih dapat memberi profit yang besar.
Sebelum memulai usaha kita harus mengetahui profit apa yang didapatkan supaya usaha yang dijalankan akan berjalan dengan baik.
5. Lakukan uji coba pada ide yang sudah dibuat.
> Berdasarkan sifat barang dan cara penyerahannya, pasar dibedakan menjadi:
1). Pasar konkret
Pasar konkret, yaitu pasar di mana barang yang diperjual belikan benar-benar ada dan penjual dan pembeli bertemu langsung.
Ciri-ciri pasar konkret:
• Transaksi dilakukan secara tunai,
• Barang dapat dibawa/diambil saat itu juga,
• Barang yang diperjualbelikan benar-benar ada/nyata,
• Penjual dan pembeli bertemu langsung.
2). Pasar abstrak
Pasar abstrak, yaitu pasar di mana barang yang diperjualbelikan tidak tersedia secara langsung dan antara penjual dan pembelinya tidak bertemu secara langsung.
Ciri-ciri pasar abstrak:
• Penjual dan pembeli berada di tempat yang berbeda dan berjauhan jaraknya,
• Transaksi dilandasi oleh rasa saling percaya,
• Barang yang diperjualbelikan tidak tersedia, hanya contoh saja.
• Transaksi dilakukan dalam partai besar.
Contoh pasar abstrak yang lagi trend terutama bagi masyarakat kalangan atas sekarang ini adalah belanja barang secara online lewat internet.
> Berdasarkan luas wilayah kegiatannya, pasar dapat dibedakan menjadi:
1). Pasar regional
Pasar regional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi beberapa negara pada wilayah tertentu. Pasar ini biasanya di bawah naungan wadah kerja sama regional, misalnya di kawasan Asia Tenggara dibentuk AFTA.
2). Pasar internasional
Pasar internasional adala pasar yang daerah pemasarannya mencakup seluruh kawasan dunia. Pasar ini juga disebut pasar dunia, karena menjual produk-produk yang dibutuhkan oleh semua masyarakat dunia, misalnya pasar kopi di Brasil, pasar wol di Sidney, Australia.
3). Pasar lokal
Pasar lokal adalah pasar yang daerah pemasarannya hanya meliputi daerah tertentu, dan pada umumnya menawarkan barang yang dibutuhkan masyarakat di sekitarnya. Misalnya Pasar Kiewer di Solo yang menyediakan berbagai jenis kain batik, karena masyarakat di Solo dan sekitarnya banyak yang mengenakan batik.
4). Pasar nasional
Pasar nasional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi wilayah satu negara. Pasar ini menjual barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat negara tersebut.
> Bentuk Pasar menurut Organisasi Pasar atau Hubungan antara Pembeli dan Penjual
Berdasarkan organisasi pasar, pasar dapat dibedakan menjadi:
1) Pasar persaingan sempurna (perfect competition market)
Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli, sehingga harga tidak bisa ditentukan oleh masing-masing penjual/pembeli.
- penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar tanpa hambatan,
- pengetahuan penjual dan pembeli tentang pasar sempurna,
- penjual dan pembeli banyak,
- barang yang diperjualbelikan bersifat homogen.
2). Pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition market)
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar dimana jumlah pembeli lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penjualnya, sehingga pasar dikuasai oleh satu atau beberapa penjual saja.
Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:
- terdapat hambatan untuk memasuki pasar,
- pengetahuan pembeli tentang pasar terbatas,
- jumlah penjual sedikit,
- barang yang diperjualbelikan bermacam-macam.
> Bentuk pasar yang termasuk pasar persaingan tidak sempurna , di antaranya :
1). Pasar monopoli
Pasar monopoli ialah pasar yang dikuasai sepenuhnya oleh penjual. Penjual mempunyai kekuasaan yang mampu memaksakan kemauannya, baik dalam bentuk harga, volume, tempat, maupun waktu pembelian barang yang akan dijualnya. Karena penjual dalam pasar monopoli tidak mempunyai pesaing, ia dapat menaikkan atau menurunkan harga dengan cara mengubah jumlah barang yang ditawarkan.
Ciri-ciri pasar monopoli, antara lain:
- terdapat satu penjual dan banyak pembeli,
- harga ditentukan secara sepihak oleh penjual
- ada halangan yang kuat bagi penjual baru untuk masuk dalam pasar.
2). Pasar duopoli
Pasar duopoli, yaitu pasar di mana penawaran suatu barang dikuasai oleh dua perusahaan.
Ciri-ciri pasar duopoli, yaitu:
- terdapat dua penjual dan banyak pembeli,
- harga ditentukan secara sepihak oleh kedua penjual baik dengan kesepakatan atau tidak.
3). Pasar oligopoli
Pasar oligopoli ialah pasar di mana beberapa perusahaan menguasai penawaran satu jenis barang. Beberapa perusahaan yang menguasai pasar mi saling memengaruhi satu sama lain. Sifat ini menyebabkan satu perusahaan harus mengambil keputusan secara hati-hati dalam mengubah harga, mengubah desain produk atau mengubah teknik produksi.
Ciri-ciri pasar oligopoli :
- terdapat hanyak pembeli di pasar
- hanya ada beberapa penjual
- produk yang dijual bersifat homogen dan bisa juga berbeda namun memenuhi standar mutu
- terdapat hambatan untuk memasuki pasar bagi perusahaan baru
- adanya saling ketergantungan
D. Ciri-ciri produk yang marketable untuk ekspor
1. Produk yang unik
Inovasi produk sangat penting. Karena dengan menciptakan produk yang berbeda dan belum ada dipasaran, maka produk anda memiliki nilai lebih. Produk yang unik dan berbeda, memiliki ciri daya tarik tersendiri bagi konsumen. Produk yang memiliki ciri khas dan konsumen dapat mengenali ciri khas produk tersebut, sehingga mereka memilih produk tersebut dibandingkan produk lainnya yang ada dipasaran.
2. Memiliki keunggulan produk
Memiliki keunggulan produk atau pelayanan yang baik dalam menawarkan produk kepada konsumen, dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk.
3. Memiliki harga saing
Produk yang sering dapat bonus dan harga terjangkau cenderung lebih disukai konsumen, apalagi jika produk yang diekspor dalam jumlah banyak dan mendapat bonus akan membuat konsumen senang.
4. Produk yang limited
Produk yang limited atau terbatas cenderung memiliki daya tarik bagi konsumen, apalagi jika di negara pengimpor barang tersebut langka. maka produk tersebut memiliki potensi untuk diekspor.
5. Produk yang berkualitas dan awet
Karena produk ekspor melalui proses pengiriman yang lebih Panjang, maka konsumen akan mempertimbangkan membeli suatu produk berkualitas dan awet ketika digunakan.
6. Produk yang memiliki banyak permintaan
Produk yang memiliki permintaan pasar tinggi di negara yang akan diimpor namun sulit tumbuh di negara tersebut, memiliki peluang tinggi untuk Indonesia melakukan ekspor produk.
Komentar
Posting Komentar